Bismillah.. Ahlan wa sahlan di Blog Ma'had Islamic Centre elkisi, Semoga bermanfaat...!!!

Senin, 30 Januari 2012

BROSUR DAN FORMULIR SMP eLKISI 2012/2013

Brosur Pendaftaran Santri SMP Ma'had eLKISI 2012/2013

Formulir Pendaftaran Santri Ma'had eLKISI 2012/2013
Baca Selengkapnya - BROSUR DAN FORMULIR SMP eLKISI 2012/2013

KELEMAHAN HADITS-HADITS TENTANG FADHILAH SURAT YASIN

Kebanyakan kaum muslimin membiasakan membaca surat Yasin, baik pada malam Jum'at (hari Jum'at menjelang khatib naik mimbar, tambahan-peny), ketika mengawali atau menutup majlis ta'lim, ketika ada atau setelah kematian dan pada acara-acara lain yang mereka anggap penting.

Saking seringnya surat Yasin dijadikan bacaan di berbagai pertemuan dan kesempatan, sehingga mengesankan, Al-Qur'an itu hanyalah berisi surat Yasin saja. Dan kebanyakan orang membacanya memang karena tergiur oleh fadhilah atau keutamaan surat Yasin dari hadits-hadits yang banyak mereka dengar, atau menurut keterangan dari guru mereka.

Al-Qur'an yang di wahyukan Allah adalah terdiri dari 30 juz. Semua surat dari Al-Fatihah sampai An-Nas, jelas memiliki keutamaan yang setiap umat Islam wajib mengamalkannya. Oleh karena itu sangat dianjurkan agar umat Islam senantiasa membaca Al-Qur'an. Dan kalau sanggup hendaknya menghatamkan Al-Qur'an setiap pekan sekali, atau sepuluh hari sekali, atau dua puluh hari sekali atau khatam setiap bulan sekali. [Hadist Riwayat Bukhari, Muslim dan lainnya]

Sebelum melanjutkan pembahasan, yang perlu dicamkan dan diingat dari tulisan ini, adalah dengan membahas masalah ini bukan berarti penulis melarang atau mengharamkan membaca surat Yasin.

Sebagaimana surat-surat Al-Qur'an yang lain, surat Yasin juga harus kita baca. Akan tetapi di sini penulis hanya ingin menjelaskan kesalahan mereka yang menyandarkan tentang fadhilah dan keutamaan surat Yasin kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Selain itu, untuk menegaskan bahwa tidak ada tauladan dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam membaca surat Yasin setiap malam Jum'at, setiap memulai atau menutup majlis ilmu, ketika dan setelah kematian dan lain-lain.

Mudah-mudahan keterangan berikut ini tidak membuat patah semangat, tetapi malah memotivasi untuk membaca dan menghafalkan seluruh isi Al-Qur'an serta mengamalkannya.
 

KELEMAHAN HADITS-HADITS TENTANG FADHILAH SURAT YASIN.

Kebanyakan umat Islam membaca surat Yasin karena -sebagaimana dikemukakan di atas- fadhilah dan ganjaran yang disediakan bagi orang yang membacanya. Tetapi, setelah penulis melakukan kajian dan penelitian tentang hadits-hadits yang menerangkan fadhilah surat Yasin, penulis dapati Semuanya Adalah Lemah.

Perlu ditegaskan di sini, jika telah tegak hujjah dan dalil maka kita tidak boleh berdusta atas nama Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam sebab ancamannya adalah Neraka. [Hadits Riwayat Bukhari, Muslim, Ahmad dan lainnya]


Hadits Dha'if dan Maudhu'

Adapun hadits-hadits yang semuanya dha'if (lemah) dan atau maudhu' (palsu) yang dijadikan dasar tentang fadhilah surat Yasin diantaranya adalah sebagai berikut :

[1]. "Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin dalam suatu malam, maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya dan siapa yang membaca surat Ad-Dukhan pada malam Jum'at maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya". [Ibnul Jauzi Al-Maudhu'at 1/247]

Keterangan : Hadits ini Palsu
Ibnul Jauzi mengatakan, hadits ini dari semua jalannya adalah batil, tidak ada asalnya. Imam Daruquthni berkata : Muhammad bin Zakaria yang ada dalam sanad hadits ini adalah tukang memalsukan hadits. [Periksa : Al-Maudhu'at, Ibnul Jauzi, I/246-247, Mizanul I'tidal III/549, Lisanul Mizan V/168, Al-Fawaidul Majmua'ah hal. 268 No. 944]

[2]. "Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin pada malam hari karena mencari keridhaan Allah, niscaya Allah mengampuni dosanya".

Keterangan : Hadits ini Lemah.
Diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitabnya Mu'jamul Ausath dan As-Shaghir dari Abu Hurairah, tetapi dalam sanadnya ada rawi Aghlab bin Tamim. Kata Imam Bukhari, ia munkarul hadits. Kata Ibnu Ma'in, ia tidak ada apa-apanya (tidak kuat). [Periksa : Mizanul I'tidal I:273-274 dan Lisanul Mizan I : 464-465]

[3]. "Artinya : Siapa yang terus menerus membaca surat Yasin pada setiap malam, kemudian ia mati maka ia mati syahid".

Keterangan : Hadits ini Palsu.
Hadits ini diriwayatkan oleh Thabrani dalam Mu'jam Shaghir dari Anas, tetapi dalam sanadnya ada Sa'id bin Musa Al-Azdy, ia seorang pendusta dan dituduh oleh Ibnu Hibban sering memalsukan hadits. [Periksa : Tuhfatudz Dzakirin, hal. 340, Mizanul I'tidal II : 159-160, Lisanul Mizan III : 44-45].

[4]. "Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin pada permulaan siang (pagi hari) maka akan diluluskan semua hajatnya".

Keterangan : Hadits ini Lemah.
Ia diriwayatkan oleh Ad-Darimi dari jalur Al-Walid bin Syuja'. Atha' bin Abi Rabah, pembawa hadits ini tidak pernah bertemu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Sebab ia lahir sekitar tahun 24H dan wafat tahun 114H. [Periksa : Sunan Ad-Darimi 2:457, Misykatul Mashabih, takhrij No. 2177, Mizanul I'tidal III:70 dan Taqribut Tahdzib II:22]

[5]. "Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca Al-Qur'an dua kali". [Hadits Riwayat Baihaqi dalam Syu'abul Iman].

Keterangan : Hadits ini Palsu.
[Lihat Dha'if Jamiush Shaghir, No. 5801 oleh Syaikh Al-Albani]

[6]. "Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca Al-Qur'an sepuluh kali". [Hadits Riwayat Baihaqi dalam Syu'abul Iman]

Keterangan : Hadits ini Palsu.
[Lihat Dha'if Jami'ush Shagir, No. 5798 oleh Syaikh Al-Albani]

[7]. "Artinya : Sesungguhnya tiap-tiap sesuatu mempunyai hati dan hati (inti) Al-Qur'an itu ialah surat Yasin. Siapa yang membacanya maka Allah akan memberikan pahala bagi bacaannya itu seperti pahala membaca Al-Qur'an sepuluh kali".

Keterangan : Hadits ini Palsu.
Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (No. 3048) dan Ad-Darimi 2:456. Di dalamnya terdapat Muqatil bin Sulaiman. Ayah Ibnu Abi Hatim berkata : Aku mendapati hadits ini di awal kitab yang di susun oleh Muqatil bin Sulaiman. Dan ini adalah hadits batil, tidak ada asalnya. (Periksa : Silsilah Hadits Dha'if No. 169, hal. 202-203) Imam Waqi' berkata : Ia adalah tukang dusta. Kata Imam Nasa'i : Muqatil bin Sulaiman sering dusta. [Periksa : Mizanul I'tidal IV:173]

[8]. "Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin di pagi hari maka akan dimudahkan (untuknya) urusan hari itu sampai sore. Dan siapa yang membacanya di awal malam (sore hari) maka akan dimudahkan urusannya malam itu sampai pagi".

Keterangan : Hadits ini Lemah.
Hadits ini diriwayatkan Ad-Darimi 2:457 dari jalur Amr bin Zararah. Dalam sanad hadits ini terdapat Syahr bin Hausyab. Kata Ibnu Hajar : Ia banyak memursalkan hadits dan banyak keliru. [Periksa : Taqrib I:355, Mizanul I'tidal II:283]

[9]. "Artinya : Bacakanlah surat Yasin kepada orang yang akan mati di antara kamu".

Keterangan : Hadits ini Lemah.
Diantara yang meriwayatkan hadits ini adalah Ibnu Abi Syaibah (4:74 cet. India), Abu Daud No. 3121. Hadits ini lemah karena Abu Utsman, di antara perawi hadits ini adalah seorang yang majhul (tidak diketahui), demikian pula dengan ayahnya. Hadits ini juga mudtharib (goncang sanadnya/tidak jelas).

[10]. "Artinya : Tidak seorang pun akan mati, lalu dibacakan Yasin di sisinya (maksudnya sedang naza') melainkan Allah akan memudahkan (kematian itu) atasnya".

Keterangan : Hadits ini Palsu.
Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dalam kitab Akhbaru Ashbahan I :188. Dalam sanad hadits ini terdapat Marwan bin Salim Al Jazari. Imam Ahmad dan Nasa'i berkata, ia tidak bisa dipercaya. Imam Bukhari, Muslim dan Abu Hatim berkata, ia munkarul hadits. Kata Abu 'Arubah Al Harrani, ia sering memalsukan hadits. [Periksa : Mizanul I'tidal IV : 90-91]


Penjelasan.

Abdullah bin Mubarak berkata : Aku berat sangka bahwa orang-orang zindiq (yang pura-pura Islam) itulah yang telah membuat riwayat-riwayat itu (hadits-hadits tentang fadhilah surat-surat tertentu). Dan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata : Semua hadits yang mengatakan, barangsiapa membaca surat ini akan diberikan ganjaran begini dan begitu SEMUA HADITS TENTANG ITU ADALAH PALSU. Sesungguhnya orang-orang yang memalsukan hadits-hadits itu telah mengakuinya sendiri. Mereka berkata, tujuan kami membuat hadits-hadits palsu adalah agar manusia sibuk dengan (membaca surat-surat tertentu dari Al-Qur'an) dan menjauhkan mereka dari isi Al-Qur'an yang lain, juga kitab-kitab selain Al-Qur'an. [Periksa : Al-Manarul Munffish Shahih Wadh-Dha'if, hal. 113-115]


Khatimah

Dengan demikian jelaslah bahwa hadit-hadits tentang fadhilah dan keutamaan surat Yasin, semuanya LEMAH dan PALSU. Oleh karena itu, hadits-hadits tersebut tidak dapat dijadikan hujjah untuk menyatakan keutamaan surat ini dan surat-surat yang lain, dan tidak bisa pula untuk menetapkan ganjaran atau penghapusan dosa bagi mereka yang membaca surat ini. Memang ada hadits-hadits shahih tentang keutamaan surat Al-Qur'an selain surat Yasin, tetapi tidak menyebut soal pahala.

Wallahu A'lam




Baca Selengkapnya - KELEMAHAN HADITS-HADITS TENTANG FADHILAH SURAT YASIN

SMP eLKISI MENERIMA SANTRI BARU 2012/2013

Logo SMP eLKISI
TUJUAN
- Melahirkan santri muslim berakhlaqul karimah yang:
- Hafal Al-Qur’an & Hadits-Hadits maudhu’i (tematik)
- Memiliki aqidah dan manhaj salafus sholih
- Berilmu dan beramal sesuai al Qur’an dan Sunnah
- Berperan aktif dalam misi dakwah ilalloh
- Unggul dalam tafaqquh fid-Dien dan prestasi akademik
- Memiliki dasar-dasar ketrampilan sebagai bekal hidup mandiri

FASILITAS
Untuk tujuan tersebut, eLKISI menyiapkan sarana dan prasarana, antara lain;
1. Masjid dan Asrama
2. Ruang belajar (Indoor dan Outdoor)
3. Gasebo Tahfidz
4. Aula (dalam proses penyelesaian)
5. Arena Outbound
6. Lab Komputer & Lab Pertanian (Observasi Lingkungan Langsung)
7. Maktabah (perpustakaan)
8. Beasiswa bagi yang berprestasi

KEUNTUNGAN MEMILIH MA’HAD eLKISI
1.Pendidikan berbasis tauhid dan sosial keumatan yang menumbuhkan kecintaan anak pada Alloh, Rosululloh, orang tua dan sesama yang mengantarkan selamat dunia-akhirat
2.Anak dididik dengan kasih sayang dan kesederhanaan
3.Didampingi ustadz-ustadzah yang memiliki ghiroh Islam tinggi dan kompeten
4.Dididik di lingkungan Islami dan alami yang mencerdaskan spiritual, intlektual & emosionalnya.
5.Dididik untuk berprestasi dalam bidang akademik
6.Dididik untuk menjadi anak yang sholih-sholihah, ta’at, cerdas dan mandiri serta siap melanjutkan ke MA/SMA/SMK favorit.


PENDAFTARAN SANTRI SMP eLKISI
TAHUN PELAJARAN 2012/2013


A.SYARAT-SYARAT PENDAFTARAN
1.Mengambil dan membeli formulir pendaftaran Rp 100.000,-
2.Menyerahkan formulir dan pernyataan yang telah diisi lengkap dengan melampirkan:
  a.STL, ijazah yang dilegalisir (bisa menyusul)
  b.Foto hitam putih 3 x 4 = 4 lembar dan 4 x 6 = 2 lembar
  c.Foto copy raport kelas 5 & 6 (2 lembar)
  d.Tidak mengidap sakit berat
  e.Diantar langsung oleh orang tua/wali

B.WAKTU PENDAFTARAN
  Mulai : 20 Januari 2012
  Test & Hasil : 27 Mei 2012
  Daftar Ulang : Setelah pengumuman

C. MATERI TEST
  1.BTQ (Baca-Tulis Al Qur'an)
  2.Al-Islam, bahasa Arab dan umum (bahasa Inggris, MIIPA, IPS, bahasa Indonesia)
  3.Muqobalah (Intervew calon santri-wali)

Foto terbaru Ma'had eLKISI yang tampak dari depan






Baca Selengkapnya - SMP eLKISI MENERIMA SANTRI BARU 2012/2013

Senin, 12 Desember 2011

BERCANDA DENGAN ISTRI


Dalam satu riwayat Ahmad bersumber dari Nafi’ bin Al Harits, dijelaskan bahwa termasuk kebahagiaan seseorang adalah tetangga yang baik, kendaraan yang menyenangkan dan tempat tinggal yang luas." Sabda Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallanm di atas bukan berarti menafikan nilai-nilai addien. Karena semuanya jika tidak dibarengi dengan addien yang baik juga tidak akan menjamin seseorang akan mendapatkan kebahagian tersebut.
Termasuk yang punya andil besar dalam usaha mencapai kebahagiaan di dalam rumah tangga adalah usaha untuk menciptakan suasana yang segar antara suami dan istri. Rumah tangga seseorang akan senantiasa terjaga dengan baik, jika antara suami dan istri terus berusaha untuk menjaganya. Keadaan yang demikian telah dicontohkan Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam bersama Aisyah.
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ خَرَجْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَعْضِ أَسْفَارِهِ وَأَنَا جَارِيَةٌ لَمْ أَحْمِلْ اللَّحْمَ وَلَمْ أَبْدُنْ فَقَالَ لِلنَّاسِ تَقَدَّمُوا فَتَقَدَّمُوا ثُمَّ قَالَ لِي تَعَالَيْ حَتَّى أُسَابِقَكِ فَسَابَقْتُهُ فَسَبَقْتُهُ فَسَكَتَ عَنِّي حَتَّى إِذَا حَمَلْتُ اللَّحْمَ وَبَدُنْتُ وَنَسِيتُ خَرَجْتُ مَعَهُ فِي بَعْضِ أَسْفَارِهِ فَقَالَ لِلنَّاسِ تَقَدَّمُوا فَتَقَدَّمُوا ثُمَّ قَالَ تَعَالَيْ حَتَّى أُسَابِقَكِ فَسَابَقْتُهُ فَسَبَقَنِي فَجَعَلَ يَضْحَكُ وَهُوَ يَقُولُ هَذِهِ بِتِلْكَ
Dari Aisyah berkata; "Saya pergi bersama Nabi shallaallahu 'alaihi wa sallam dalam salah satu perjalanannya sementara aku ketika itu wanita yang kurus dan tidak gemuk badannya. Beliau berkata kepada orang-orang; 'Majulah! ' mereka pun maju. Beliau berkata kepadaku; 'Kemarilah kepadaku, aku akan mengajakmu lomba berlari dan aku akan memenanginya, aku akan memenanginya.' Beliau mendiamkanku hingga ketika aku membawa daging dan tubuhku menjadi gempal, saya lupa bahwa saya pernah keluar bersama beliau dalam salah satu perjalanannya kemudian beliau menuturkan kepada orang-orang; 'Majulah.' Mereka pun maju. Lalu beliau berkata; 'Kemarilah, hingga aku mengajakmu lomba lari.' Awalnya aku mendahului beliau, tapi kemudian beliau mendahuluiku sehingga membuat beliau tertawa dan berkata; 'Ini dengan itu'." (HR. ahmad)
Subhaanalloh, tentu ini contoh yang indah dari Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam. Beliau rela meluangkan waktu untuk bercanda dengan istrinya guna menjaga keharmonisan rumah tangganya. Bagaimana dengan kita para keluarga muslim? (man)
Baca Selengkapnya - BERCANDA DENGAN ISTRI

Kebahagiaan sejati


            Banyak buku-buku ataupun seminar dan pelatihan bagaimana dalam hidup ini kita memperoleh kebahagiaan, melakukan apa yang kita sukai, meninggalkan beban hidup dan bebas melakukan apa saja yang kita suka, tanpa penghalang apapun, bebas sepenuhnya sebagai manusia, mendapatkan penghormatan orang lain, keluarga tercukupi secara materi, dan lain sebagainya yang intinya mendapat nikmat dunia. Jika semua itu sudah terpenuhi apakah kita bisa sepenuhnya bahagia?
            Mari kita fahami dan renungkan QS. Surat Al-Balad (90) ayat 4

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.
            Ayat-ayat sebelumnya telah memaparkan sumpah Allah demi kota Mekkah dan demi bapak serta anak-anaknya, ayat ini menekankan bahwa sungguh Allah dengan perantaraan Ibu dan bapak telah menciptakan manusia seluruhnya berada dalam susah payah, yakni selalu saja mengalami kesulitan dalam hidup. Jika Allah membiarkan tanpa bantuan niscaya ia akan binasa.
            Mari kita renungkan, dimulai dari keadaan susah payah dalam awal pertumbuhannya dan diakhiri pula dengan kesusah payahan dalam kematian. Dalam pertumbuhannya manusia selalu mengalami berbagai macam penderitaan hingga ia menjadi besar dan dewasa. Mulai dari usia anak – anak kemudian dewasa membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sedangkan di sisi yang lain tetap dituntut untuk taat kepada Allah yang Esa, setelah itu ia akan semakin tua atau mengalami sakit kemudian mati dan dikuburkan. Di akhirat kelak ia akan menjumpai kesusahan dan penderitaan yang tidak bisa digambarkan, kecuali jika mendapatkan taufik dari Allah, maka selamatlah ia dari penderitaan tersebut.
            Ayat ini juga mengandung peringatan bagi mereka yang merasa dirinya kuat, sehingga dengan kekuatannya, ia dapat mengalahkan musuh-musuhnya, seolah ayat ini memberikan peringatan agar kita tidak takabbur, karena sehebat apapun kita tidak akan luput dari kesusahan dan kesulitan dalam menjalani urusan pribadi atau pun urusan keluarga, betapa pun tinggi pangkat dan pengaruh seseorang, betapa pun kita berusaha mencari kebahagiaan dunia, berusaha seperti apapun, ia tidak bisa lepas dari kesusahan dan penderitaan.
            Manusia yang berhenti di sana akan memandang hidup ini dengan penuh pesimisme, adapun yang beriman justru akan melahirkan optimisme, sehingga walaupun ia mengalami kesulitan atau penderitaan ia akan terus berjuang untuk menghadapinya, disertai dengan keyakinan pasti ada jalan keluar yang menantinya.
            Di sisi lain Allah telah memperingatkan dalam surat Al-Insan (76) ayat 2

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur[1535] yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan Dia mendengar dan melihat.

[1535] Maksudnya: bercampur antara benih lelaki dengan perempuan.

Di sini nampak jelas bahwa untuk memperoleh kebahagiaan sejati yaitu surga Allah, manusia harus lulus ujian dulu berupa ketaatan kita terhadap perintah dan larangan Allah, tetapi perlu disadari, meskipun manusia tidak dapat mengelak dari kesusah payahan kehidupan akan tetapi Allah memberikan kemampuan untuk mengatasinya, bahkan bisa jadi ia merasakan nikmat dan kelezatan yang tiada taranya ketika ia berhasil menanggulanginya, dalam kesulitan itu, manusia harus tetap mempertahankan jati dirinya, serta nilai-nilai luhur sebagai hamba Allah.
            Ayat ini juga berpesan kepada Rasulullah saw. Bahwa apa yang beliau alami di kota suci itu, merupakan bagian dari penderitaan dan susah payah dalam memenangkan kehidupan dan kebahagiaan sejati, dan sudah menjadi kodrat manusia untuk memperjuangkannya dari generasi ke generasi.
            Ayat ini juga membuka mata kita bahwa tidak ada kebahagian abadi dalam hidup ini, hidup ini susah dan senang, tidak mungkin terus-menerus senang, pemikiran hidup hanya senangnya saja akan membuat pemikiran kita semakin tidak realistis, dan ketika ada sedikit permasalahan cenderung di dramatisir, dibesar-besarkan seolah-olah masalah itu tidak dapat diselesaikan, seolah kita memaksa orang lain, bahkan semua orang untuk memahami dan merasakan masalah kita. Padahal ”the show must go on” dan dunia terus berputar.  Dunia tidak mau tahu masalah kita, yang dunia mau tahu adalah bahwa kita selalu tampil prima dan sempurna, itulah kondisi nyata dunia kita.
            Coba kita renungkan, manusia semulia Rasulullah, bahkan yang paling mulia di sisi Allah, mengalami ujian yang luar biasa susah dan menderita, sejak kecil yatim piatu, hidup mandiri dan ketika dakwah dimusuhi, dilempari sampai berdarah bahkan dikejar-kejar akan dibunuh, apakah seperti itu kesusahan kita, atau mungkin hanya sekedar masalah keluarga atau masalah pacar, kemudian kita akan menyerah dan mengakhiri hidup. Kembalilah kepada Allah, sungguh permasalahan-permasalahan kita ini akan ada jalan keluar ketika kita kembali kepada Allah. Bisa jadi masalah hidup kita tidak lekas selesai karena kita terlalu jauh mencari jawaban kemudian makin bingung, padahal sejatinya jawaban itu dekat, turn to Allah.
“Tidak bahagia dengan apa yang ada dan tidak sedih dengan apa yang hilang dari perkara-perkara dunia”, itulah apa yang disampaikan oleh seorang khalifah bernama Umar bin Abdul Aziz, seorang pemimpin yang sama sekali berbeda dengan orang-orang yang memilki kekuasaan di zaman sekarang. Ketika beliau menjabat khalifah, jumlah kekayaannya adalah empat puluh ribu dinar, namun ketika menghadap kepada Allah hanya meninggalkan empat ratus dinar. Seandainya beliau masih hidup, tentu akan semakin berkurang lagi, karena Umar bin Abdul Aziz tidak memperoleh rezeki dari baitul Mal kaum muslimin sebagaimana khalifah sebelumnya.
Firman Allah dalam surat Al-Baqarah (02) ayat 112,

            Kekayaan Khalifah Umar bin Abdul Aziz justru semakin berkurang, bahkan jauh berkurang sebelum beliau menjabat khalifah dibandingkan ketika beliau menjadi khalifah, secara financial harta beliau semakin habis, kemudian memahami sosok Khulafaur Rosyidin yaitu Abu Bakar, Umar bin Khottob, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib serta sahabat-sahabat setia rosululloh seperti Abdurrahman bin Auf, Mus’ab bin Umair, Salman Al-Farisi dan sahabat-sahabat yang lain. Nampak sangat jauh berbeda ketika mereka belum masuk Islam, besarnya kekayaan mereka, hidup mewah, serba berkecukupan dari keluarga yang dihormati dan segala bentuk keutamaan dan penghormatan lainnya, akan tetapi setelah hati mereka bertaut dan terikat kuat dengan aqidah Islam justru banyak kenikmatan dan fasilitas dunia itu hilang, berganti dengan kesederhanaan dan kesusahan hidup.
            Melihat dan membaca banyaknya buku yang beredar di toko-toko buku, luar biasa banyak judul yang berhubungan dengan kiat-kiat bagaimana membuat diri kita kaya, keluarga berkecukupan secara financial, mendapatkan penghormatan manusia dan lain sebagainya mengenai kenikmatan dunia, itulah yang mereka sebut dengan sukses, perjuangan dari miskin rupiah sampai kemudian menjadi kaya rupiah itulah yang mereka namai dengan “from Zero to Hero” dalam bahasa saya dari “kere” (Miskin) manjadi “parlente” (Kaya Raya), belum lagi banyak seminar-seminar yang menawarkan menjadi kaya dan kursus-kursus menghasilkan pundi-pundi rupiah.
            Lalu bagaimana dengan mereka yang gagal, “from zero to zero” atau malah  “from hero to zero” secara financial, apakah mereka orang-orang yang gagal sepenuhnya, tidak perlu dilirik, tak perlu di ajak berteman, karena kalau ingin kaya kita harus berteman dengan orang yang kaya, dan yang miskin adalah produk gagal. Itulah gambaran umum pemikiran masyarakat, bahwa yang namanya sukses itu harus kaya, jika belum kaya harta berarti belum sukses, belum punya mobil dan rumah mewah belum jadi “Hero”.
            Dilihat dari kaca mata financial, Mus’ab bin Umair cukup parah dalam hal kehilangan finansial, bayangkan seorang pemuda yang tampan, dari keluarga terhormat, pakaiannya dari kain yang terbaik, parfumnya istimewa, sehingga dari jauh Rosululloh Saw. Sudah bisa mencium bau Mus’ab bin Umair, karena hanya Mus’ab yang mampu beli parfum tersebut, gadis-gadis berebut ingin dinikahi Mus’ab, seperti selebritis masa kini. Akan tetapi ketika meninggal, Mus’ab syahid dalam pertempuran dengan tombak menancap di dada dan tangan terpotong mempertahankan panji Islam, pakaian yang Mus’ab bin Umair kenakan hanyalah kain kasar yang apabila ditutupkan ke wajah maka kakinya kelihatan dan apabila ditutupkan ke kaki maka wajahnya kelihatan, itulah harta terakhir yang dimilki Mus’ab ketika Syahid di jalan Allah.
            Apakah Mus’ab bin Umair termasuk yang dari Hero to Zero?  Dan beberapa kisah pejuang-pejuang Islam lain yang seringkali mereka harus kehilangan harta benda dan keluarga, padahal mereka adalah orang-orang yang di jamin surga, di doakan langsung oleh Rosululloh untuk jadi ahli surga, merekalah “Hero” yang sesungguhnya, berjuang dalam ringan maupun berat, memberi dikala membutuhkan, mengutamakan orang lain dibandingkan diri mereka sendiri, merekalah yang benar-benar “from Zero to Hero”, “minadzulumati ila nur” dari kegelapan menuju cahaya.
            Maka marilah kita menghargai apa yang kita miliki dalam kehidupan ini, karena tidak ada daya upaya kecuali dengan pertolongan Allah, menjalankan peran kita sebaik mungkin sebagai hamba Allah, diberi peran apa kita, kaya atau miskin, dari suku apa, di daerah dan wilayah manapun, apapun model kita, mari kita sumbangkan kebaikan di jalan Allah, berda’wah dalam kondisi apapun, kerja dimanapun kita tetaplah Da’I sebelum yang lain. Jangan biarkan dunia menguasai pikiran kita, jangan biarkan dunia menggenggam kita tapi kita yang harus menggenggam dunia, jangan biarkan kita diperbudak hawa nafsu tapi hawa nafsu yang harus kita perbudak untuk taat kepada Allah.
            Mengingat apa yang disampaikan Umar bin Abdul Aziz, Cukuplah para pemimpin dan pejabat dimasa materialisme ini, jika mereka tidak dapat bersifat zuhud, paling tidak mereka menahan diri dari ketamakan dan keserakahan serta berusaha mencari yang halal dan melawan keinginan duniawi mereka, agar mereka mencapai apa yang dirindukan Umar bin Abdul Aziz yang lebih tinggi dari dunia yaitu surga yang penuh kenikmatan. Jangan terlalu percaya diri bahwa kesuksesan yang kita miliki hari ini adalah 100% hasil usaha kita, hasil kerja keras dan hebatnya perencanaan kita saja, tapi ingatlah ada campur tangan Allah dalam kehidupan kita.
            Maka sungguh kebahagiaan sejati hanyalah ketika kita mendapatkan ridhlo Allah dan kelak mendapatkan surga Allah, dunia bukanlah tempat kita memperoleh kebahagiaan abadi. Dunia akan kita tinggalkan ketika menghadap Allah, yang sungguh menjadi milik kita adalah apa yang kita belanjakan di jalan Allah, itulah yang kelak akan menolong kita dari siksa Allah. Semoga Allah menjadikan kita senantiasa konsisiten berjuang di jalan Allah dengan potensi masing-masing yang kita miliki.

Baca Selengkapnya - Kebahagiaan sejati

PENDAFTARAN SANTRI BARU SMP eLKISI 2012/2013

Alhamdulillah, telah dibuka pendaftaran santri baru ma'had eLKISI untuk tahun pelajaran 2012/2013 mulai 20 Januari 2012. informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Ma'had eLKISI di alamat yang ada di bagian bawah blog atau 085733162683

INFO BIMBINGAN HAJI DAN UMROH eLKISI

Ayo bergabung... UMROH BERSAMA eLKISI; Sesuai Sunnah, servis insya Alloh memuaskan, Murah (Paket 12 Hari dengan 1.700$), berangkat periode 1 pada 14 Maret 2012, yang positif berangkat 20 maret 2012. anda menyusul...??